Menutup akhir tahun 2014 dengan penuh kesedihan, mencoba menulis kisah ini ditengah deraian air mata cinta untuk mengenang sang idola hati, sang pecinta sejati, sang pejuang kasih, dialah ibundaku yang kini tinggal kenangan, raganya memang telah pergi tapi cinta kasihnya kan abadi...............
Didepan
mataku... malaikat maut datang menjemputnya...
Didepan
mataku.. kusaksikan sang pencita mengambilnya...
Didepan
mataku... kulihat tutupan mata terakhirnya....
Didepan
mataku.. kusaksikan.... dan kemengerti...
Bahwa hidup
didunia ini hanyalah smentara......
Andai air laut
itu dapat terukur, maka sebesar itulah rasa penyesalan yang aku rasakan sebagai
seorang anak yang belum sempat membalas walaupun setetes keringat ibundaku,
hingga maut menjemputnya. Tapi penyesalan tinggallah penyesalan, semua sudah
tertulis dalam takdir masing-masing yang telah ditentukan oleh sang maha
pencipta. Ajal adalah rahasia Allah yang
tak mampu tertembus oleh akal manusia, dan tak bisa terprediksi dengan
teknologi tercanggih apapun. Karena dia datang tiba-tiba bahkan disaat manusia
tidak menyadari sedikitpun.
Menyakitkan
itulah yang kurasakan, ketika malaikat maut menjemput ibundaku yang teramat aku
cintai. Dia pergi saat banyak keinginan yang belum tercapai, dia pergi saat
banyak masalah belum terselesaikan, dia pergi saat aku masih lemah dan belum
mampu berdiri tegak. Banyak hal yang ingin kulakukan untukmu ibunda, aku baru saja
merancang banyak hal untuk membalas jasa-jasamu tapi tak satupun rencana itu
terlaksana hingga kau pergi meninggalkan rasa penyesalan yang teramat dalam
bahkan sampai kapanpun.
Tapi sesakit apapun itu.. itulah yang terbaik menurut garis Tuhan sang pencipta bukankah jodoh, rezeki dan juga ajal adalah rahasia Allah semata....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar