Senin, 29 Desember 2014

Kisah 03 -11- 2014



Menutup akhir tahun 2014 dengan penuh kesedihan, mencoba menulis kisah ini ditengah deraian air mata cinta untuk mengenang sang idola hati, sang pecinta sejati, sang pejuang kasih, dialah ibundaku yang kini tinggal kenangan, raganya memang telah pergi tapi cinta kasihnya kan abadi............... 

Didepan mataku... malaikat maut datang menjemputnya...
Didepan mataku.. kusaksikan sang pencita mengambilnya...
Didepan mataku... kulihat tutupan mata terakhirnya....
Didepan mataku.. kusaksikan.... dan kemengerti...
Bahwa hidup didunia ini hanyalah smentara......

Andai air laut itu dapat terukur, maka sebesar itulah rasa penyesalan yang aku rasakan sebagai seorang anak yang belum sempat membalas walaupun setetes keringat ibundaku, hingga maut menjemputnya. Tapi penyesalan tinggallah penyesalan, semua sudah tertulis dalam takdir masing-masing yang telah ditentukan oleh sang maha pencipta.  Ajal adalah rahasia Allah yang tak mampu tertembus oleh akal manusia, dan tak bisa terprediksi dengan teknologi tercanggih apapun. Karena dia datang tiba-tiba bahkan disaat manusia tidak menyadari sedikitpun.


Menyakitkan itulah yang kurasakan, ketika malaikat maut menjemput ibundaku yang teramat aku cintai. Dia pergi saat banyak keinginan yang belum tercapai, dia pergi saat banyak masalah belum terselesaikan, dia pergi saat aku masih lemah dan belum mampu berdiri tegak. Banyak hal yang ingin kulakukan untukmu ibunda, aku baru saja merancang banyak hal untuk membalas jasa-jasamu tapi tak satupun rencana itu terlaksana hingga kau pergi meninggalkan rasa penyesalan yang teramat dalam bahkan sampai kapanpun.
Tapi sesakit apapun itu.. itulah yang terbaik menurut garis Tuhan sang pencipta bukankah jodoh, rezeki dan juga ajal adalah rahasia Allah semata....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar